Ahok di Mata Saya

Cen-Cen (Desfortin Menulis, 24 Januari 2019) Tahun 2012 adalah pertemuan pertama saya dengan Ahok, saya selalu menyebutnya sebagai pertemuan pertama karena sungguh ingin sekali rasanya untuk bertemu kembali. Waktu itu saya masih mahasiswa semester 3 atau 4, sedang gandrung membaca dan menonton dinamika politik dalam negeri. Paling hangat saat itu adalah pilkada DKI Jakarta. Jakarta yang menawarkan pesonanya tidak hanya kuat menarik tenaga kerja dari daerah tetapi juga kuat menarik para politisi daerah untuk ikut bertarung di dalamnya. Terbukti, ada gubernur aktif Sumatera Selatan dan Walikota aktif kota Solo ikut meramaikan bursa, dan tentu saja, yang mengejutkan di menit-menit terakhir, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saya mendapatkan kontak Ahok dari sebuah website pribadinya. Saya tertarik melihat isi wabsitenya yang penuh dengan laporan-laporan perjalanan dinas dan aktivitas sehari-harinya sebagai anggota DPR RI Komisi II pada saat itu. Untuk kelas anggota DPR, Ahok terbilang cukup rutin melaporkan hasil pekerjaannya mulai dari reses, rapat komisi, rapat kerja, perjalanan dinas dan SPJ uang yang dia dapatkan. Transparan, berani, dan detail, itulah gambaran awal yang saya dapat. Kalau Anda ikut membaca, akan sering ditemukan laporannya yang menggelitik, misalnya ia mengkritik jumlah uang saku yang diterima untuk rapat selama 3 hari namun dalam kenyataannya mereka hanya bekerja selama 2 hari, uang lebihnya dia kembalikan. Pernah dalam perjalanan kunker ke India, Ahok pulang duluan karena merasa sudah tidak ada lagi yang mereka kerjakan, sementara rekan-rekannya lain ‘memperpanjang kunker’ dengan mengunjungi objek wisata dan lainnya. Ketertarikan itu mengajak […]

Read More →