Cermin: Jus

Saat ini, aku tengah melaju pulang bersama sepeda motorku dengan kecepatan sedang di jalanan kota ini. Kulitku yang memang legam seolah kian bertambah legam karena paparan mentari yang terik siang ini. Tak ayal, aku memang tidak memakai jaket apapun. Tenggorokanku pun terasa kering. Haus-dahaga sudah pasti. Tentu aku membutuhkan segera sesuatu yang segar sebagai penyejuk dahaga ini. Es misalnya. Sembari terus mengendara, aku melihat-lihat di kiri kanan jalan, mana tahu ada kedai jus yang bisa disinggahi. Sekitar 50 meter lagi di depan aku akan berhenti. Sepertinya itu sebuah kedai jus. Tampilan depan kedainya tampak memang menarik mata. Aku akan berhenti di sana, begitu pikirku. Segera saja aku ke pelipir jalan dan memarkirkan kendaraan roda duaku ini. Dengan gaya cepat dan wajah mengernyit tanda menahan panas, aku pun mampir ke kedai jus ini. Maklum, aku sudah kadung haus. Semoga saja jus yang mau kupesan, jus favoritku itu, ada tersedia sesuai harapan. Kulihat di depan ada seorang wanita yang masih muda. Lumayan cantik. Kulitnya putih, terang maksudku, tapi wajahnya sedikit berjerawat. Dari penampilannya aku tahu ia sudah menikah — hal itu terkonfirmasi dengan munculnya seorang bocah berumur sekitar 3 tahun dari arah dalam kedai. Dan dari logatnya aku juga tahu, kalau sang penjual jus bukan asli dari kota ini. Langsung saja ia menyambutku dengan gayanya yang ramah dan feminin, serta berkata: “Mari pak, silakan!” “O iya, ada jus mangga, ya?” tanyaku cepat dengan intonasi lemah, efek kepanasan dan haus. “Ada,” jawabnya. “Silakan […]

Read More →

Cerpen: Mengusir, Terusir, atau Gertak Sambal?

Sumber Gambar : intisari.grid.id Sore itu. Suara sebuah mobil samar-samar terdengar, dan berhenti di depan rumah. Aku sedang duduk di ruang tengah. “Jodi! Tolong bantu menggotong kakek.” Suara panggilan itu terdengar dari teras depan rumah. Aku tahu itu suara nenek. Tapi aku tak menggubrisnya. Keasyikanku membaca buku sedari tadi membuatku kurang tanggap. “Jodi…!! Bantu kakekmu sini,” nenek kembali memanggilku. Akupun […]

Read More →

Cerpen: Gak Mau Rangking Satu Lagi

Sumber Gambar : rayapos.com Satu minggu lagi ulangan semester akan tiba. Anak-anak SD biasanya makin semangat untuk mempersiapkan diri. Tapi ternyata tidak bagi Rarna. Ia lebih asyik bermain gadget ketimbang belajar. Akhir-akhir ini, ia sudah jarang membuka-buka buku pelajarannya. Hal ini membuat bu Soli, ibunya, mengomel. “Rarna, jangan main gadget terus! Ibu lihat kamu sudah jarang belajar belakangan ini. Sebentar […]

Read More →

Cerpen: Cinta Eros Yang Tersandung

Sumber Gambar :pinterest.com Namaku Lucky. Aku tinggal di sebuah kota CANTIK. Masih mahasiswa, sekarang semester 6. Wajahku lumayan, setidaknya menurut beberapa temanku. Aku juga pria normal. Beberapa kali pernah pacaran, tapi selalu dipecundangi. Entahlah kenapa. Mungkin karena aku terlalu melankolis, atau terlalu polos. Dan sudah 1 tahun ini, semenjak putus dari gadis impianku itu, aku kembali menjomblo. Jomblo itu mungkin […]

Read More →

Cerpen: Mawar Yang Hilang

Sumber Gambar : wattpad.com Waktu menunjukan pukul 14.15 Wib. Mondy baru saja terjaga dari tidur siangnya. Badannya pun sudah terasa segar setelah beristirahat selama kurang lebih 1 jam. Hanya saja ia masih enggan beranjak dari tempat tidurnya. Dan sembari tetap berbaring di tempat tidurnya, beberapa saat kemudian angannya melayang ke masa lalu, ke memori 13 tahun silam, saat-saat awal kuliah […]

Read More →

Cerpen: Impian Semu Wiro

Sumber Gambar: qureta.com Mentari pagi perlahan tapi pasti kembali menerangi bumi Marunting Batu Aji pagi ini. Seberkas sinar menyelinap masuk melalui tirai jendela kamar Wiro yang sedikit terkuak. Dan itu membuat Wiro silau serta terjaga dari tidurnya yang pulas. Jam sudah menunjukkan pukul 07.05 Wib. Tanpa disadari Wiro ternyata ia telah telat bangun pagi. Padahal ia harus pergi ke sekolah […]

Read More →