Kado Natal buat Ayah

Liburan akhir tahun ini, aku kembali pulang kampung. Aku ingin berkumpul bersama ayah dan ibu serta adik-adikku dalam menyambut dan merayakan natal tahun ini. Puji Tuhan, saat ini aku sudah berada di desa kelahiranku ini, desa Batu Hambawang, sejak 18 Desember 2018 yang lalu.

Di tulisan singkat kali ini, aku ingin menyampaikan sesuatu kepada ayah, juga sebagai kado natal untuknya.

Ayah, tulisan ini aku persembahkan khusus untukmu di malam natal. Malam ini, konon adalah malam di mana sinterklas memberikan hadiah untuk anak-anak. Dulu, karena masih polos, aku percaya saja. Tetapi saat aku dewasa, aku baru tahu bahwa masing-masing dari kita adalah sinterklas untuk orang lain. Aku ingin malam kelahiran sang Juru Selamat ini menjadi momen pemberian hadiah yang bermanfaat untuk orang lain, khususnya untukmu, ayah.

Selama ini, mungkin aku lebih sering menuliskan banyak hal untuk ibu. Sama seperti orang lain, itu bukan berarti aku lebih sayang ibu dan mengabaikan dirimu. Tidak seperti itu. Kau sama pentingnya dengan ibu namun dengan peran yang berbeda tentunya. Kau adalah pemimpin pertama yang mengajari aku apa itu kepemimpinan. Engkau selalu menjadi yang terdepan dan mengarahkan keluarga kita menjadi lebih baik. Hari ini, sikapmu menjadi teladan untuk diriku dalam memimpin keluargaku. Sama seperti engkau dulu memimpin aku, saudaraku, dan ibu tentu saja.

Beberapa hari yang lalu — saat pagi hari — kau mengeluh padaku bahwa sepatu botmu sudah sesak, bukan? Aku hanya mendengarkan, tak banyak komentar. Nah, malam natal ini, aku ingin memberikan sepatu bot sebagai kado natal, berharap hadiah ini berguna untukmu. Maafkan anakmu yang tidak bisa memberikan kemewahan atau hadiah yang bagus seperti orang lain. Tetapi aku berharap hadiah dariku akan berguna untuk ayah.

Ayah, aku tahu bahwa salah satu semangat hidupmu adalah bekerja. Bekerja membuat dirimu tak merasa tua. Aku tahu kau merasa bahagia ketika bekerja di kebun sayur atau kebun sawit kita. Dari senyumanmu saja aku tahu kau senang ketika memetik hasil kerjamu selama beberapa bulan. Katamu, itulah motivasi dalam hidup. Maka, aku berusaha mendukung apa yang kau senangi.

Jika berkebun dan merawat tanaman sudah menjadi penghidupanmu, maka kuhadiakan sepatu bot ini dengan harapan kau bisa nyaman dalam bekerja. Aku tahu harganya tidak seberapa jika dibandingkan dengan pengorbananmu sebagai ayah dahulu. Tetapi aku tahu ini akan membuat dirimu merasa senang. Aku bersyukur jika ternyata kau merasa senang.

Dalam sepatu bot, ada banyak yang bisa kita pelajari. Misalnya, Sepatu bot mengamankan kaki dari paparan benda tajam atau jalan yang becek. Dengannya kita pun tidak ragu dalam melangkah. Begitu juga dalam hidup, untuk dapat melangkah dengan pasti kita perlu mempersiapkan segala sesuatu. Selain itu, jika satu sisi sepatu bot hilang, maka yang lain tidak ada artinya. Dalam hidup, jika orang lain tidak ada, maka kita juga tidak memiliki arti.

Akhir kata, semoga sepatu bot ini menjadikan motivasi bekerjamu semakin bertambah dan engkau menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Jadilah pribadi yang rajin dan tetap mengasihi sesama. Kiranya hikmat natal tahun ini membuat ayah penuh sukacita dan tentunya semakin menyayangi keluarga.

Selamat Natal, Ayah. God bless you.

Batu Hambawang, 24 Desember 2018

Anakmu,

Desfortin


Sumber gambar : pexels.com

8 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s