Guru Abad 21

Sumber gambar: pexels.com

Menjadi guru adalah profesi yang mulia. Katanya, pahlawan tanpa tanda jasa. Aku juga seorang guru. Bagiku, menjadi guru tidak hanya harus pergi pagi pulang siang/sore dan gajian rutin. Guru mengemban tanggung jawab yang sangat besar yaitu mendidik sebuah generasi. Karena pentingnya peran seorang guru, jika suatu negara dalam keadaan darurat, maka para guru lah yang harus diselamatkan. Guru bukanlah profesi yang statis atau punya pakem yang sama sepanjang masa. Tidak. Guru lebih seperti profesi yang juga bergerak mengikuti perkembangan zaman. Guru yang dibutuhkan saat ini sudah berbeda dibandingkan dengan guru yang ada pada 10 tahun yang lalu. Memasuki milenial ketiga yaitu abad 21, apa yang dibutuhkan oleh guru pada saat ini? Guru seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan abad 21?

Kebutuhan akan guru tidak bisa terlepas dari perkembangan sebuah negara. Seperti Indonesia. Indonesia adalah negara yang membuka diri terhadap globalisasi. Sebagai bagian dari anggota APEC, Indonesia ditargetkan menjadi negara maju dan terbuka untuk investasi global. Ini berakibat pada kebutuhan tenaga ahli, operator bahkan manajer. Dampak terbesarnya yaitu sektor pendidikan menjadi sektor yang harus banyak bekerja untuk mencetak para siswa dan mahasiswa agar bisa bersaing di pasar global.

Ketika masuk dalam abad 21, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik saja tetapi juga berperan sebagai fasilitator dan manager pendidikan. Peran guru dalam abad 21 ini diharapkan lebih aktif dan juga lebih optimal.

Lantas, kompetensi apa yang wajib dikuasai oleh guru abad 21 ini?

Kemampuan untuk berpikir kritis atau menyelesaikan permasalahan.

Ini penting bahkan sangat fundamental bagi pendidikan abad 21. Dalam hal ini, guru harus bisa mencetak siswa yang memiliki kemampuan untuk berpikir kritis. Yang dimaksud dengan kemampuan berpikir kritis yaitu bisa berpikir dengan rasional, memiliki tingkat berpikir yang tinggi, dapat mengenal permasalahan lalu menganalisis dan akhirnya memberikan kesimpulan serta melakukan evaluasi. Singkatnya, siswa dituntut untuk menyelesaikan masalah agar bisa menjadi lebih baik.

Kemampuan untuk bisa menggunakan informasi dari berbagai sumber

Internet mengubah banyak hal termasuk dalam soal mendapatkan informasi. Dengan adanya internet, guru menjadi lebih mudah untuk mendapatkan berita atau informasi dari berbagai sumber. Dengan demikian, guru juga bisa membimbing dan mengarahkan siswa dalam penggunaan sumber informasi tersebut. Dengan literasi digital, guru tidak hanya dituntut untuk mampu menggunakan teknologi tetapi harus tahu bagaimana menggunakan informasi yang diperoleh; bisa membedakan mana informasi yang valid dan kredibel.

Kemampuan untuk kreatif dan berimajinasi

Berbeda dengan zaman sebelumnya, pada masa ini, guru harus lebih menekankan pemikiran kreatif dan imajinatif. Dunia pendidikan membutuhkan siswa untuk berpikir kreatif. Setiap siswa biasanya memiliki kemampuan yang berbeda dan guru harus bisa menumbuhkan kreativitas siswa yang diajarnya. Kelak, orang-orang yang kreatif dan imajinatif inilah yang akan sukses menguasai persaingan.

Kemampuan memiliki tanggung jawab sosial

Sekolah bukan hanya menjadi tempat untuk mendapatkan ilmu alam atau ilmu eksak, tapi juga menjadi tempat untuk membentuk kepribadian. Harus diakui bahwa banyak anak saat ini yang kurang memiliki budi pekerti dan bertindak tidak sopan. Anak bagaimanapun harus pula memiliki kompetensi sosial. Guru harus mengemban tanggung jawab yang mana dia mengutamakan kepentingan orang yang lebih banyak. Guru harus membentuk anak menjadi etis baik secara pribadi, di tempat kerja maupun dalam pergaulan di masyarakat. [Desfortin]


Artikel singkat ini saya tulis sebagai refleksi bagi semua guru Indonesia yang merayakan/memperingati HUT PGRI dan HGN (Hari Guru Nasional) pada hari ini, 25 November 2018

Selamat HUT PGRI dan Hari Guru. Jayalah Guru Indonesia.

17 Comments »

  1. Sebagai seorang guru tanggung jawabnya besar…oleh sebab itu guru dituntut hrs melakukan pembelajaran sesuai tuntutan jaman,menurut sy guru hrs tetap mengajar datang dari hati…semua akan berakhir menyenangkan…terlebih lagi jika guru disejahterakan…karena saya juga seorang pendidik.. Selamat Hari Guru Nasional…

    Disukai oleh 1 orang

    • Ya, betul. Besar sekali. Klau slh kita dicaci, klau benar belum tentu dipuji dg smestinya. Tp tak ap, kita ttp bangga jadi guru.

      Setuju, bekerja dg niat yg baik (dari hati) itu awal yg baik. Apalagi niat yg baik itu disertai dg kompetensi yg memadai, psti akn terasa lebih lengkap. Apalagi klau mmang disejahterakan :)))

      Sama dong kita Bunda Keisha. Guru apa ni, Bunda?

      Slmat hari guru buat kita semua.

      Suka

  2. Yang sulit sekarang ini memang perihal mengajarkan norma kesopanan dan membentuk kepribadian anak yang baik.
    yah kita tau sendiri bagaimana anak zaman now, kalau zaman saya dulu sih, guru masih menjadi tauladan dan kita memang tidak berani untuk menentang, kalau sekarang? hehehe

    btewe, akhirnya udah .com nih, baru tau aku bang

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s