Catatan untuk Pemuda Masa Kini

Sumber gambar: m.kaskus.co.id

“Berikan aku 10 pemuda, maka akan kugoncangkan dunia” ~Ir. Soekarno~

Kutipan Soekarno di atas bukan hanya sekedar kata mutiara. Tetapi ada sesuatu yang berharga di balik kata “Pemuda”. Secara usia, pemuda adalah mereka yang berusia 18-35 tahun (meskipun ada perdebatan dalam menentukan rentang usia pemuda). Pemuda memang memiliki potensi yang luar biasa. Masa muda adalah masa penuh perjuangan, masa yang penuh cita dan cinta, serta masa dimana orang mengejar mimpinya. Karena di masa ini, seseorang masih memiliki fisik dan semangat yang kuat. Peran pemuda tidak hanya penting bagi kehidupan pribadinya tetapi juga dalam kehidupan bangsanya. Kemerdekaan Indonesia mungkin tidak akan terwujud jika pemuda absen dalam perjuangan melawan kolonialisme.

Tetapi bukan berarti pemuda absen dalam membangun bangsa dan negaranya. Saat ini, era telah berganti. Pemuda harus berjuang dalam bentuk yang lain. Bukan dengan mengangkat senjata dan berani mati, tetapi dengan mengembangkan kreativitas di era teknologi informasi saat ini.

Jika ingin menjadi pemuda yang berkontribusi bagi bangsa dan negara, —- bertepatan juga hari ini Peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 —-, saya ingin menyampaikan beberapa catatan atau renungan sederhana berikut ini.

1. Hargai proses, jangan mengutamakan hasil

Tidak ada hasil jika tidak ada proses. Apa yang datang dengan cepat juga akan pergi dengan cepat. Nikmati saja apa yang sedang dilakukan saat ini. Memang, terkadang kemudahan di era ini memanjakan para pemuda. Sehingga mental instan pun terbentuk dan ingin cepat melihat hasil usahanya. Kurangi pemikiran seperti ini. Proses memang sebaiknya jangan terlalu lama memakan waktu dalam hidup tetapi jangan diharapkan untuk cepat. Berikan saja waktu 2,3, bahkan 5 tahun. Maka usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Mental instan tidak akan membuat sukses, justru membuat seseorang merasa depresi karena hasil yang diharapkan tak kunjung dilihat. Bersabarlah. Itu kuncinya.

2. Mencari pengalaman yang berharga

Pendiri raksasa e-commerce asal China, Jack Ma, adalah contoh orang besar yang wajib diteladani pola pikirnya. Dalam suatu kesempatan wawancara dengan stasiun televisi swasta, Jack Ma mengatakan bahwa seseorang yang masih muda harus menghabiskan jatah gagalnya. Artinya, pemuda jangan takut gagal. Kegagalan sama seperti investasi. Jadi, jangan ragu untuk melangkah. Masa muda adalah masa yang tepat untuk mencari pengalaman yang sangat berharga. Nantinya, pengalaman ini bisa mencegah seseorang melakukan kesalahan yang sama. Pengalaman akan mengajarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang sebaiknya tidak dikerjakan.

3. Jangan membandingkan diri

Pernah merasa minder dengan kesuksesan orang lain lalu mengutuki diri sendiri mengapa tidak bisa sehebat dan secemerlang dia? Usia 20-an orang tersebut bisa mendapatkan posisi yang baik, tetapi di usia yang sama hal tersebut belum bisa didapatkan. Ini sedikit membuat depresi, bukan? Stop lakukan ini. Be kind to yourself. Setiap orang memiliki sifat dan passion yang berbeda. Begitu juga dengan waktu kesuksesan. Ada yang datang dengan cepat, ada pula yang membutuhkan proses yang cukup lama sehingga memaksakan standar dan timeline orang lain dengan diri kita bukanlah hal yang bijak. Yang terpenting berusaha, lagipula usaha tidak akan mengkhianati hasil. Do the best and let God the rest. Tidak ada usaha yang sia-sia. Mereka adalah mereka, kita adalah kita. Mungkin mereka memiliki yang tidak kita miliki dan juga mungkin kita memiliki yang mereka tidak miliki.

Renungkan hal di atas dengan baik. Jangan sampai masa yang penuh dengan semangat ini akan terbuang sia-sia tanpa usaha.

Salam,

Desfortin

16 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s