5 Tips Menulis Pasca Hiatus yang Perlu Anda Coba

Sumber gambar: foxyreaders.com

Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang. Melalui tulisan, ada maksud yang ingin disampaikan kepada pembaca. Terdapat pesan atau kegelisahan yang akan dikomunikasikan. Bagi mereka yang profesi utamanya bukan penulis atau bukan di bidang penulisan, kegiatan menulis terkadang menemukan hambatan. Terutama soal waktu dan kesibukan. Banyak penulis yang kesulitan menyisihkan waktu untuk menulis dengan baik. Terkadang, penulis justru tidak menulis dalam waktu yang cukup lama karena ada kesibukan lain. Mereka absen menulis di blog atau berhenti sejenak menulis buku. Istilahnya, mereka sedang hiatus. Memang tidak semua penulis yang hiatus berniat tidak menulis lagi. Malah kadang mereka tengah menyiapkan ide baru untuk menulis.

Biasanya, penulis yang ingin menulis setelah mereka hiatus mengalami kesulitan ketika akan menyampaikan ide dalam bentuk tulisan. Ini menjadi kendala bagi mereka yang berhasrat untuk menulis. Apalagi mereka memiliki ide besar yang harus dituangkan.

Tenang saja, mungkin 5 cara berikut ini bisa dicoba untuk mengatasi kesulitan menulis setelah hiatus, dan ini berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Pertama, membaca tulisan orang lain/buku yang disukai

Kunci utama menjadi penulis adalah rajin membaca. Tidak ada penulis yang bisa menulis dengan baik jika tidak banyak membaca. Kalau mengalami kesulitan untuk menulis, tidak ada salahnya membaca tulisan penulis favorit atau membaca buku yang disukai. Ini akan memberikan stimulus bagi pikiran untuk menyusun kalimat baru. Membaca akan memberikan gambaran bagi penulis untuk menata kalimat dan merangkai ide dengan baik. Jika sedang tidak punya banyak waktu, baca saja esai atau cerpen. Tidak perlu langsung banyak, yang penting bisa menikmati proses membaca.

Kedua, mencoba menuliskan ulang tulisan milik orang lain atau tanggapi tulisan orang lain

Saat ini, media sosial dan internet telah berkembang dengan pesat. Platform penulisan sudah banyak tersedia. Banyak penulis terkenal yang telah memposting tulisannya di media sosial dan platform. Ini menjadi kesempatan bagi penulis pasca hiatus untuk membaca tulisan tersebut dan memberikan tanggapan. Tanggapan ini akan memperlancar penulis menyusun kalimat. Ini akan mempermudah penulis untuk mulai menulis lagi. Karena bahan untuk dituliskan sudah ada dan penulis mungkin bisa sedikit meniru gaya penulis lain dalam menyampaikan ide. Tapi ingat, bukan copas tulisan orang lain.

Ketiga, mencoba menulis tulisan pendek

Jika tidak bisa mencoba untuk membuat tulisan panjang, penulis bisa mulai menulis tulisan pendek. Bisa saja berupa quote atau kutipan kalimat. Atau bahkan bisa juga menuliskan puisi dengan baik. Penulisan ini akan sangat membantu penulis menuangkan ide kalimat per kalimat. Ini akan memberikan stimulus bagi penulis untuk menulis dengan baik dan kalimat yang terstruktur. Tidak ada yang salah jika penulis mau mencobanya. Ingat saja dulu awal mula menulis, cara ini hampir selalu digunakan dan ternyata cukup efektif.

Keempat, menulis secara bertahap

Apakah penulis merasa kesulitan untuk menuliskan banyak hal? Bisa mulai terlebih dahulu dengan menulis paragraf per paragraf. Pecahlah ide menjadi beberapa ide lalu tuangkan setiap pecahan ide dalam bentuk satu paragraf. Jika sudah, maka bisa dirangkai menjadi satu cerita utuh. Bisa dalam bentuk cerita atau bisa juga dalam bentuk esai. Cara ini cukup mudah untuk diikuti.

Kelima, tetap konsisten menulis setiap hari

Setelah hiatus, jangan malas untuk menulis. Cobalah untuk konsisten menulis setiap hari misalnya menulis di buku harian atau platform blog. Tak masalah walau masih berupa draf. Ini akan sangat membantu penulis manapun untuk menulis cerita mereka setiap hari.

Itulah beberapa tips untuk menulis setelah lama hiatus. Mungkin terdengar sedikit abstrak. Tapi untuk membuktikannya, jelas Anda harus mencobanya sendiri. Bagaimana, ingin mencoba?

Salam,

Desfortin

32 Comments »

  1. Tips yg harus dicoba…
    Tapi kalo aku seringnya, harus menemukan sesuatu kejadian/pengalaman menarik dlm kehidupan untuk ditulis.. entahlah.. rasanya otaknya pengen nulis mulu, walau sebatas diary/plan list

    Disukai oleh 2 orang

  2. Yang kelima yang paling sulit kayanya. Mas saya mau nanya, apa pas kita nulis itu harus mikirin tanggapan apa yg bakal kita terima nantinya dr pembaca? Maksudnya, takut di sangka spam, gak berfaedah, dll. Kan ada tuh penulis yg suka curhat curhatan kaya saya contohnya hehehe😁

    Disukai oleh 1 orang

    • Ya, bagi bnyak org mungkin sulit klau hrs menulis tiap hri, apalagi hrs ODOP. Sy jg tdk ODOP. Kdang cuma draf kasar. Sy pikir tdk mesti dirilis jg, tp hrs rutin menulis, biar skill menulisnya mkin terasah.

      Menulis, klau sy, pd prinsipnya ya menulis sja. Memang, yg akn kita tulis itu punya dampak pd pmbaca, tp selagi tdk mlewati btas2 norma sy pikir ok2 sj. Mau curhat kah, mau beropini kah atau skedar tanggapan. Jngn trllu dibebani dg tnggapn pmbca. Terlalu perfeksionis dlm menulis jg gak baik, akhirnya gak jadi2, hee… kecuali pnulis pro, tentu sdh punya visi tersendiri saat menulis.

      Disukai oleh 1 orang

  3. On point semua mas πŸ‘ saya yg sering hiatus juga ngelakuin semuanya kemarin, kecuali konsistensi kali ya. Tapi bagi sebagian, feedback dari orang juga punya peran buat ngembaliin semangat nulis.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s