The Mosque Miniature for Takbiran Evening

Lebaran is at hand. The splendor of welcoming Idulfitri occasion and the preparation of Takbiran evening have been seen recent days in Lamandau regency, especially in the city of Nanga Bulik and Sematu Jaya subdistrict. This annual occasion of course brings certain happiness to the moslem people wherever they are, including the people of moslem in my home village.

And right now, I have been in my home village, Batu Hambawang, for about three days, enjoying my holiday. It is so nice to be reunited with the whole family and friends in this village.

Just for your information, that my holiday this time is quite different compared with my last year holiday, in which I was still busy doing some things related to my profession. But this time is truly a vacation. It seems that I will not do many things during this holiday, except just going to the garden, helping my parents, or refreshing my self to the tourism place.

Read also: Apa yang Sebaiknya Dilakukan (Guru) Saat Liburan?

In this holiday, I will also see and stay in touch with my moslem younger brother. I think it is a great pleasure to share happiness with him at the end of this Ramadhan and also the Lebaran day tomorrow.

Especially for this year, in order to welcome Idulfitri occasion that is signed by the takbiran evening, every village in the Sematu Jaya sub-district has been required to enliven it by showing, at least, one islamic display or a kind of miniature in the evening of Takbiran.

Well, as my younger brother is also one of the village staffs, then he should take part in the event. Moreover, he is actively dealing with the mosque activities. For that reason, he and the other moslem friends should prepare the things needed. One of the things is by making the miniature of a mosque.

The mosque miniature was designed and shaped in such a way, and would be installed onto a pickup car. It will be taken and displayed in the Takbiran parade tonight that takes place in the village of Purwareja, the subdistrict capital of Sematu Jaya, Lamandau regency.

[Here are the photos]

According to my younger brother’s testimony, this event of the year is held for the first time which includes every village in this subdistrict, especially for Batu Hambawang village and specifically for this kind of miniature. The constraints are definitely there, both power and fund, so is the spirit of working together which is not easy as expected.

But thankfully, towards the day of the event, the moslem people of Batu Hambawang were finally able to complete the preparation. Yesterday, there were approximately 10 people who helped finishing the miniature. I was one of them, even if I was just painting it. I love being able to help them. For me, it is also a kind of tolerance act.

[And here are the photos when the the group will be leaving for Purwareja]

[Next are the photos in front of the sub-district office of Sematu Jaya before the group will be leaving the start line, the group from BH village got number 1 in line; delivered photos from my brother]

Finally, I hope that the agenda of Takbiran evening will be running succesfully. Wish you all have a blessed and joyful moment, and for those who celebrate Idulfitri, I would like to say: Happy Eid Mubarak! May the grace of Allah be with you and all of your family. [Desfortin]


Miniatur Masjid untuk Malam Takbiran

Lebaran sudah di depan mata. Semarak dalam menyambut Idulfitri dan persiapan untuk acara malam takbiran pun sudah mulai terlihat di kabupaten Lamandau beberapa hari ini. Khususnya di kota Nanga Bulik dan kecamatan Sematu Jaya. Momen ini membawa sukacita dan kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam dimana pun berada, tak terkecuali bagi umat Islam di kampung halaman saya.

Dan saat ini, saya sudah berada di kampung halaman saya, Desa Batu Hambawang. Sudah 3 hari saya di sini menikmati liburan yang ada. Senangnya bisa berkumpul kembali bersama seluruh keluarga dan handai taulan di desa ini.

Liburan saya kali ini memang agak berbeda. Tidak seperti liburan tahun lalu, dimana saya masih sibuk melakukan beberapa hal yang berhubungan dengan profesi saya. Kali ini benar-benar libur. Dan nampaknya tidak banyak yang akan saya lakukan, kecuali ke kebun, bantu-bantu orang tua, atau refreshing ke spot wisata.

Baca juga: Apa yang Sebaiknya Dilakukan (Guru) Saat Liburan?

Pada liburan kali ini pula, saya kembali akan bersilaturahmi dengan adik laki-laki saya yang muslim di kampung ini. Berbahagia bersamanya di momen akhir Ramadan ini, juga dalam menyambut Lebaran esok hari.

Apalagi tahun ini, dalam rangka menyambut Idulfitri di malam takbiran, setiap desa di kecamatan Sematu Jaya diwajibkan untuk ikut memeriahkannya. Setidaknya tiap desa mesti menyiapkan replika atau miniatur bernuansa islami untuk ditampilkan saat malam takbiran.

Nah, karena adik saya itu juga termasuk pengurus desa, maka tentu harus berperan aktif di dalamnya. Apalagi ia juga termasuk yang aktif di masjid. Untuk itulah, ia dan warga yang muslim lainnya mempersiapkan semuanya. Dan salah satunya dibuatlah sebuah miniatur masjid.

Miniatur masjid ini dirancang sedemikian rupa. Nantinya akan dipasang di sebuah mobil pick up, dan dibawa saat pawai keliling pada acara takbiran malam ini yang berpusat di desa Purwareja, kecamatan Sematu Jaya, kabupaten Lamandau.

[Berikut gambar-gambarnya]

Menurut adik saya, tahun ini adalah tahun perdana bagi desa-desa di kecamatan Sematu Jaya, secara khusus desa Batu Hambawang untuk terlibat aktif dalam malam takbiran yang dipusatkan di ibukota kecamatan, secara khusus lagi dalam pembuatan miniatur bernuansa islami semacam ini. Kendala sudah pasti ada, mulai dari daya dan dana serta sarana yang minim hingga semangat gotong royong yang tidak selancar harapan.

Namun syukurlah, menjelang hari H dengan segala daya dan upaya yang ada, warga pun akhirnya bisa menyelesaikan persiapannya. Kemarin itu kira-kira ada 10 orang yang ambil bagian untuk menyelesaikan miniatur masjid ini. Saya pun salah seorang yang ikut, sekalipun hanya sekedar ngecat. Saya senang bisa berbagian. Bagi saya, ini sebagian dari toleransi.

[Dan berikut adalah foto-foto saat rombongan akan berangkat menuju Purwareja]

[Di bawah ini adalah foto-foto di depan kantor kecamatan sebelum rombongan meninggalkan garis start, rombongan desa BH dapat nomor urut 1: share dari adik saya]

Semoga sukses acaranya. Selamat bersukacita dan selamat menyambut Hari Raya Idulfitri bagi semua yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin! Semoga rahmat Tuhan senantiasa menyertai Anda dan seluruh keluarga. [Desfortin]

23 Comments »

  1. Waah, miniaturnya keren. Di tempat saya sepertinya belum pernah sampe bikin miniatur. Palingan hanya pernak pernik biasa untuk hiasa mobil. Atau kalau takbir jalan kaki hanya perlu obor untuk penyemarak.

    Selamat berlibur dan berkumpul dengan sanak saudara Mas Des.

    Disukai oleh 1 orang

  2. sudah lama ga pernah ikutan pawai saat malam takbiran hiks…selain berisik dll karena banyak yang bawa motor dan sengaja menggeber gas motornya. eh kok itu ternyata bisa dimasuki juga miniatur masjidnya ya….mirip2 pawai tahunan pas agustus di kota yang bikin miniatur2 kayak gini

    Disukai oleh 1 orang

  3. Senangnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman setelah tahun sebelumnya disibukkan dengan pekerjaan ya. Kalau boleh kasih masukan, bahasa Inggrisnya masih perlu diperbaiki. Yok terus diasah sambil mampir ke tulisan2 berbahasa Inggris, nanti akan terlatih πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s