Cermin: Detergen

Sore itu, ibu menyuruh Dila, anaknya yang paling bungsu membeli sabun cuci atau detergen.

“Nak, tolong belikan r-nso seperti biasa ya!” pinta ibu kepada Dila.

“Iya, Bu,” jawab Dila.

Lalu ibu menyerahkan sejumlah uang kepada Dila. Maka barangkatlah Dila ke warung yang tak jauh dari rumah mereka.

Beberapa saat kemudian …

Dila pun kembali dari warung dengan membawa bungkusan kresek plastik berwarna hitam yang berisi sabun cuci itu.

“Ini r-nsonya, Bu,” kata Dila pada ibunya.

“Dan ini kembaliannya,” lanjutnya.

“Terima kasih, nak!” jawab ibu.

Dila lalu pergi untuk bermain di halaman rumah bersama seorang anak tetangga.

Dan sesaat kemudian, ibu pun beranjak menuju dapur dengan kresek plastik itu. Namun betapa kagetnya ia, saat membuka kresek itu.

“Dilaaa!!!!” panggil ibu dengan suara berteriak.

“Iya, Bu. Ada apa?” sahut Dila dari kejauhan.

“Cepat kamu sini!” lanjut ibu.

Dila pun segera menghampiri ibunya.

“Kenapa kamu beli r-nso, Dil? Ibu kan tadi minta belikan r-nso seperti biasa, kenapa kamu belikan r-nso ini?” tanya ibu sambil mengomel.

Dila pun bingung, “Dila nggak ngerti Bu, maksudnya gimana?”

“Itu kan r-nso sudah,” lanjut Dila.

“Bukan! Bukan r-nso itu,” bantah ibu dengan muka sedikit sewot.

“R-nso yang mana, Bu?” Dila kian bingung, sebab ia merasa tak salah.

“R-nso yang seperti biasa itu,” jelas ibu lagi.

Setelah memutar otak, akhirnya Dila ingat. Ibu sering menyuruhnya membelikan detergen merek D-ia.

Astaga, pikirnya.

Sejak itu, tiap kali disuruh ibu beli R-nso, Dila selalu ingat detergen D-ia. Karena bagi ibu, D-ia itu termasuk R-nso. R-nso=sabun cuci. Jadi, apapun merek detergen, baginya, itu r-nso.

R-nso Da-a? Ha ha ha … [Desfortin]


Note:

*Cermin = Cerita Mini (Fiksi)

*Sumber gambar: blibli.com

Kategori: Fiksi

Tagged as: , , ,

43 Comments »

  1. Dag dig dug.. der. D*ia. Masih ingat iklannya gak mas?

    Ya bener, kadang masyarakat kita salah kaprah teehadap nama barang. Merk pertama yang muncul bakal dipakai untuk produk lain yang sejenis, kaya Rnso, Odl, Aqa, Hnda. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Disukai oleh 2 orang

  2. Tulisan yang menarik, Kak.
    Ini sudah menjadi kebiasaan, menyebut ‘merek’ barang untuk mengindikasikan barang yang diinginkan. Mau sebut deterjen atau sabun cuci pakaian, rasanya sedikit ribet. saya pun ikut terbuai dengan kebiasaan seperti ini, maklum emak-emak di kampung juga demikian hahahahaha.
    Paling sering dah kampung Ayu, Kak.
    Kadang, ada juga, mau membeli sabun cuci piring, sebutannya s-nligh-t, padahal ada banyak merek dagang lain yang sama, sabun cuci piring wkwkwkwkwk.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Hallo Pak Desfortin,

    Nama merek bisa jadi mengingatkan saya pada pengalaman bahwa odol itu tidak hanya pasta gigi. Di Indonesia, saya terbiasa menyebut pasta gigi ‘odol’ dan baru tahu setelah sampai sini bahwa ‘odol’ adalah merek pasta gigi. Itu adalah merek pasta gigi yang sudah bertahun-tahun. Bagaimana saya bisa mengenal kata odol jadi pasta gigi?

    Salam,
    Anna

    Suka

  4. Ha..ha..ha..lucu-lucu…tulisan dan komentar dari teman-teman lain..πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    Saya mau komentar apa ya? Sudah ada semua dikomentar teman2 πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†

    Saya lihat lagi dengan seksama, merk mie instan belum ada kan yg teman2 sebutin?

    Nak beliin Super-i diwarung, karena ga ada merk Super-i diwarung si anak pun pulang ga bawa apa2 kerumah.

    Si bapak yg nyuruh pun marah2 ke anaknya, lalu dia pun pergi sendiri tuk beli Super..trsebut. Si Bapak pun beli beberapa bungkus mie instan yg dimaksud (pdhal merknya mie sdap).

    Mnrut si Bapk semua mie instan itu adalah Super..i…
    Ha..ha..ha..

    Disukai oleh 1 orang

  5. Ya ya ya inilah salah satu fenomena di negri kita atau mungkin mas Desfor ada referensi negara lain juga warga’y memiliki kesamaan dalam penyebutan suatu produk πŸ˜…πŸ˜Š
    Jadi beruntungnya bagi setiap produk yang menjadi pelopor & sangat familiar di tengah masyarakat sehingga setiap produk yg sama bisa di sebut satu nama saja 😁 Unik

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s