Batu Hambawang

Batu Hambawang atau bisa juga disingkat BH, Batham, atau Baham, adalah nama sebuah desa di pulau Kalimantan. Desa tempatku dilahirkan dan dibesarkan. Puluhan tahun lalu masih berbentuk dusun, dan masih termasuk wilayah desa Kujan, kecamatan Bulik, kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), provinsi Kalimantan Tengah.

Nama Batu Hambawang sendiri diambil berdasarkan keyakinan masyarakat setempat, bahwa konon di zaman dahulu kala ada legenda tentang buah asam Hambawang yang jatuh ke Sungai Lamandau dan berubah menjadi sebuah batu besar. Batu tersebut masih ada hingga sekarang. Terlepas dari benar tidaknya legenda tersebut, yang pasti itulah alasan penamaan desa Batu Hambawang tersebut.

Secara administratif kini desa Batu Hambawang sudah termasuk dalam kecamatan Sematu Jaya, kabupaten Lamandau. Diresmikan pada 03 Mei 2009 (yang kemudian juga ditetapkan sebagai hari jadi desa Batu Hambawang). Artinya, secara administratif kini baru berusia 9 tahun.

Penduduknya tidak lebih dari 125 KK. Dulu didominasi oleh warga yang memeluk keyakinan Kaharingan, tapi sekarang mayoritas telah memeluk agama Islam dan Kristen.

Desa ini kini sudah mulai maju. PLN sudah masuk. Sinyal ponsel sudah ada. Wifi desa pun ada. Begitu juga PDAM sudah ada, hanya saja belum operasional. Aku senang tiap kali pulkam sudah bisa menikmati listrik 24 jam. Aku membayangkan, jika dibandingkan dengan 33 tahun atau 20 tahun yang lalu, rasanya itu masih 180 derajat. Mustahil. Tapi yah, zaman memang sudah berubah. Tentu harus disyukuri.

Dan alangkah senangnya aku, pada liburan semester ini, tinggal beberapa hari lagi, aku akan berlibur ke desaku ini (lagi). Menjenguk kedua orang tua juga bertemu adik-adikku, serta kerabat-kerabatku yang lain.

Syukurlah kalau desaku ini kini telah mengalami banyak kemajuan. Semoga ke depannya bisa semakin lebih baik dan lebih maju lagi.

Jayalah desaku. Jayalah kampungku.

Salam,

Desfortin


Catatan:

Setelah ini aku akan membuat 1 postingan khusus tentang sejarah berdirinya Desa Batu Hambawang.

33 Comments »

  1. Senangnya bisa pulang kampung. He-he-he
    Selamat berkumpul bersama keluarga besar nanti, mas Desfortin.

    Ditunggu tulisan lanjutannya ya. Oh ya, kalau boleh, disertakan foto yang besar itu. Aku penasaran. He-he-he

    Disukai oleh 1 orang

  2. Senang rasanya mendengar ada perkembangan dan kemajuan di setiap desa atau daerah di Kalimantan Tengah (Terutama).
    Semangat berlibur Kak, salam untuk keluarga.
    Ayu harap bisa jalan-jalan ke daerah ini suatu waktu.

    Disukai oleh 1 orang

    • Ya, Ayu. Sy jg senang. Tp desa kmi termasuk lma loh prkmbngannya. Byangkan sj 16 thn baru ada PLN msuk.

      Ayu kpn ni liburan, ada gak?

      Smoga sj Ayu bs main2 k Lamandau suatu saat nanti.

      Disukai oleh 1 orang

      • Ya, itulah dia Kak. Makanya Ayu bilang bahwa Ayu senang mendengar kabar bahwa ada daerah di Kalimantan yang maju dan berkembang. Entah perkembangannya apa. Karena Ayu merasakan sendiri, di Desa Ayu yang ada di Kabupaten Barito Timur, perkembangannya benar-benar berjalan seperti siput. Ya, meskipun demikian, patut di syukuri juga.

        Sayangnya ngak ada Kak, karena ini mau libur hari raya Idul Fitri, jadi ada pergantian liburan untuk karyawan di Rumah sakit, mereka yang beragama Islam libur dan yang beragama Kristen gantian jaga hehehehehe.

        Amin Kak, semoga.

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s