4 Lagu Berbahasa Daerah Lamandau

Lamandau adalah nama sebuah kabupaten. Satu dari 14 kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Tengah. Lamandau Sega slogannya, Bahaum Bakuba motonya. Orang Lamandau tentu tahu arti kedua ungkapan tersebut.

Sebagai putra Lamandau, yang menetap dan bekerja di kabupaten ini hingga sekarang, saya bangga menjadi putra Lamandau. Saya berharap kabupaten ini bisa terus maju dan berkembang di segala bidang.

Sebagai sebuah kabupaten yang baru berusia 15 tahun sejak 2002, saya pikir kabupaten Lamandau telah maju dan berkembang dengan lumayan pesat, baik fisik maupun nonfisik. Termasuk dalam hal budaya, tentu itu patut dibanggakan.

Dalam hal budaya, ada berbagai event budaya daerah yang telah digelar, seperti Festival Bukung, Festival Balayah Balanting (bamboo rafting festival), Festival Tari Daerah, Festival Cipta Lagu Daerah, dan lain-lain. Bahkan untuk Festival Bukung pernah tercatat sebagai rekor MURI (Festival 1.000 Bukung) pada tahun 2015 lalu.

Dan khusus untuk cipta lagu daerah, ternyata sudah banyak lagu daerah Lamandau yang digubah baik oleh putra/putri terbaik kabupaten ini maupun mereka yang berasal dari luar kabupaten. Sekali lagi, tentu ini adalah suatu capaian yang patut diapresiasi.

Nah, pada postingan kali ini saya akan membagikan beberapa lagu daerah Lamandau tersebut. Namun mengingat bahwa lagu daerah yang diciptakan itu sudah cukup banyak, sehingga sulit untuk satu per satu dibagi dalam satu kesempatan, maka pada kesempatan ini saya hanya akan membagikan 4 lagu saja. Dan ini bukan review, hanya lirik beserta terjemahannya dan juga videonya.

***

~ Terjemahan lirik oleh Desfortin

~ Video lagu diambil dari youtube & CD yang dirilis Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau

Semoga ini bermanfaat juga bagi mereka yang sedang mencari atau ingin tahu lirik dan terjemahan tertulis untuk lagu-lagu daerah Lamandau ini, yang menurut saya masih minim sumbernya di internet.


Berikut 4 lagu daerah tersebut

#1. Lamanau Sega

Bait 1:

Ayo … ayo kawal semua (Ayo-ayo kawan semua)

Ham kita ba’sama’sama (Mari kita bersama-sama)

Manampai sega Lamanau (Melihat indahnya Lamandau)

Tanah arainya subur, bukitnya tingi (Tanah airnya subur, bukitnya tinggi)

Bait 2:

Bajak dan punai ada di diti (Rusa, dan burung punai ada di sini)

Lauk di sungai tamaha banyak (Ikan di sungai begitu banyak)

Hinang sampai kita marusak (Jangan sampai kita merusak)

Pangonyuk Tuhan Yang Mahakuasa (Pemberian Tuhan Yang Mahakuasa)

Reff 1:

Oh Lamanauku sega kula manampai seganya (Oh Lamandauku yang indah, kalian lihatlah keindahannya)

Manyawatn kami rinu waktu marantau di laman urakng (Yang membuat kami rindu saat merantau di kampung orang)

Reff 2:

Oh Lamandauku sega tanah arainya harus dijaga (Oh Lamandauku yang indah, tanah airnya harus dijaga)

Ingat posat pontal bala tuha (Ingat pesan para sepuh)

Bahaum bakuba hinang kalupa (Musyawarah untuk mufakat jangan dilupa).

Kembali ke Bait 2.

Kembali ke Reff 1 dan 2 (2 kali).

Hinang kalupa 3 x (jangan dilupa 3 x)

Vok. Dikia-Melisa-Amanda

Cipt. Cecep Sapta Purnama, SP

*Keterangan:

~ Lirik lagu menggunakan bahasa Dayak Tomun (Bulik-Lamandau) di Kecamatan Bulik Timur.

#2. Sungai Lamanau

Bait 1:

Arainya putih jariau (air/ sungainya yang bersih-jernih)

Panyak mambujur ka barat (Terbentang memanjang ke arah barat)

Ka hulu lamat tiam ba’ari ba’malam (Mudik ke hulu lama sekali, bisa berhari-hari dan bermalam-malam)

Bait 2:

Riam batu manyawatn sega (Riam di bebatuan terlihat sangat indah dipandang)

Urang bakayuh malauk (orang berkayuh / bersampan mencari ikan)

Parahu hilir mudik cada kala batongak (Perahu hilir mudik tak pernah berhenti)

Reff:

Hooo … Sungai Lamanau (Hooo … Sungai Lamandau)

Hooo …. sungai ku sega (Hooo … sungaiku indah)

Hooo … Sungai Lamanau (Hooo … Sungai Lamandau)

Mani banonang sansolapan … (Mandi berenang bersama sambil main selam-selaman)

Kembali ke bait 2

Hooo …

Kembali ke reff (2 x)

Mani banonang sansolapan … (Mandi berenang bersama sambil main selam-selaman)

Vok. VG ibu-ibu PKK Kab. Lamandau

Cipt. J.A. Tahan

*Ket:

~ Lirik lagu menggunakan bahasa Dayak Tomun (Bulik-Lamandau) di Kecamatan Bulik Timur.

#3. Lamanau Tasenyum

Bait 1:

Mentari manyinari lamanku (Mentari menyinari kampungku)

Lamanku cinta dada kulupa (Kampungku yang kucinta tidak kulupa)

Kita basyukur lamannya subur (Kita bersyukur punya kampung yang subur)

Kita samua salalu rinu (Yang membuat kita semua selalu merindukannya)

Buruk bakicau banyanyi merdu trobak di pucuk papuhutan 2 x (Burung berkicau menyanyi merdu terbang di atas pepohonan 2 x)

Kembali ke bait 1

Bait 2:

Kita hidup rukut dan damai di Lamanau kita (Kita hidup rukun dan damai di Lamandau kita)

Aku banyanyi lagu iti (Aku menyanyi lagu ini)

Pakai manyawat Lamanau tasenyum (Untuk membuat Lamandau tersenyum)

Biak konik bamain dengan sanang (Anak kecil bermain dengan riang)

Di pucuk rumput yang mahijau (Di atas rumput yang menghijau)

Angin batiup manyamankan hati (Angin bertiup membuat hati nyaman)

Baucap syukur kapada Tuhat (Mengucap syukur kepada Tuhan)

**

Buruk bakicau banyanyi merdu trobak di pucuk papuhutan 2 x (Burung berkicau menyanyi merdu terbang di atas pepohonan 2 x)

Manyawat Lamanau tasenyum 2 x (Membuat Lamandau tersenyum 2 x)

Vok. Mezi

Cipt. Cecep Sapta Purnama, S.P

*Ket:

~ Lirik lagu menggunakan bahasa Dayak Tomun (Bulik-Lamandau) di Kecamatan Bulik Timur.

#4. Sampurago

Bait 1:

Sampurago…. Sampurago (Sampuraga …. Sampuraga)

Bukit batu legino (Legenda bukit batu)

Di Belanti’an Rayo (Di Belantikan Raya)

Di dian am tompatnya (Di sanalah tempatnya)

Nyisai an kisoh saluk (Ada sebuah kisah pilu)

Kisah Jenako Burai sudah manyadi batu (Kisah Jenako Burai yang telah menjadi batu)

Inyanam saksi bisu pakai semuo tahu sampai ke wayoh ini (Batu itulah saksi bisu untuk diketahui semua sampai ke saat ini)

Sampurago…. Sampurago 2 x (Sampuraga …. Sampuraga 2 x)

Bait 2:

Matam di’i ke nuhun udoh bayo berito (Mari kita ke sana, jangan hanya mendengar kabarnya)

Menihant dari damping kaping di’i mengaso (Lihatlah dari dekat sembari kita pelesir)

Di jauh pan ketihatan batu tenda namonyo honoo jatu’u jatu’am (Dari kejauhan pun kelihatan batu tenda namanya yang tampak seperti ingin jatuh)

Tapi jangan goloo mo ayuu’ayuu ayuu joo matam di’i ke nuhun (Tapi jangan khawatir, itu tak akan jatuh, yuk ke sana saja)

Sampurago…. Sampurago 2 x (Sampuraga …. Sampuraga 2 x)

Bait 3:

Uoo onci’i adii’ai jadii’am bai nihant nyo (Kakak adik semua, sudahkah kalian melihatnya)

Temali’i batu tenda batu Jenako Burai (Di balik batu tenda itu ada batu Jenaka Burai)

Cado ngakuu inainyo lobai inainyo tuho nyawant hatinyo malu (Yang tak mengakui ibunya karena ibunya tua renta yang membuat hatinya malu)

Jatu srapo inainyo auu tetahan lagi lobai sangant telalu (Yang kemudian ibunya tak tahan lagi sehingga mengutuknya karena sudah keterlaluan)

Uoo onci’i adii’ai udoh sampai ditulat 2 x (Kakak adik semua, jangan sampai ditiru 2 x)

Vok. Febby

Cipt. Sakeyus Tawai

*Ket:

~ Lirik lagu menggunakan bahasa Dayak Tomun (Bayat) di Kecamatan Belantikan Raya.


Itulah 4 lagu daerah dari Bumi Bahaum Bakuba, kabupaten Lamandau yang lumayan terkenal saat ini. Sekali lagi, masih banyak sebenarnya daftar lagu lainnya yang telah diciptakan, seperti Ngonang Laman, Bahuma Batongah, Dara Ruwai, Ingkas Melauk, Sangan Dua Ma’Urakng, Kulat Suung, dan seterusnya. Namun karena keterbatasan ruang dan waktu, maka hanya 4 itu saja yang bisa saya bagikan.

Oya, 4 lagu daerah Lamandau di atas sering pula dinyanyikan / dilombakan dalam festival seni tingkat pelajar (FLS2N) baik tingkat SD, SLTP maupun SLTA. Seperti yang diselenggarakan pada tanggal 8-9 Mei 2018 lalu, yakni FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Lamandau.

Bagi saya, tidak hanya lagu modern yang bisa dijadikan alternatif untuk didengarkan, lagu daerah pun bisa menjadi pilihan yang baik. Bahkan, di saat-saat tertentu atau dalam waktu luang, saya sendiri pun sering menyanyikan beberapa lagu daerah di atas.

Akhirnya, saya mengajak kita semua khususnya generasi muda Lamandau, mari kita sama-sama lestarikan potensi dan budaya daerah yang ada pada kita saat ini khususnya melalui apresiasi seni. Zaman dan peradaban boleh terus maju, dan kita memang harus terbuka pada kemajuan, tapi kita pun tidak boleh lupa akan budaya daerah dan jati diri sebagai orang Lamandau.

Last but not least, terima kasih kepada rekan-rekan saya: Ervin Naomy (rekan guru satu angkatan), Tira dan Siska (rekan satu alumni SMP) atas kesediaannya mengoreksi terjemahan saya untuk lagu-lagu daerah di atas. Sekian postingannya. Terima kasih sudah membaca.

Salam,

Desfortin

53 Comments »

  1. Wah, banyak juga ya lagu daerahnya. Orang-orang Lamandau rupanya kreatif dan sangat mengparesiasi seni. Salut mas.

    Saya belum sempet puter sih mas, soalnya di sini sinyalnya juga payah. Hiks
    Tapi lihat terjemahannya kayaknya menarik.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Wah, Asyik, asyik. saya suka yang pertama sama yang keempat Mas Des. musik dan nadanya lebih rame. Baru pertama dengar lagunya, bahasanya juga.
    Lamandau baru berumur 15 thn ya ternyata, Semoga Lamandau makin maju.

    Disukai oleh 1 orang

    • Klau yg dr Kalsel sdh sjak lma maju. Ampar2 pisang kan dr sana, dan sdh sy tahu sjak sy SD.

      Klau Lamandau baru 15 thn eksis, jd msh baru.

      Yap, kita brhrap agr para pemuda (i) tdk lp dg lagu daerahnya msing2.

      Thanks for your comment.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s