Nongkrong di BR Kota Nanga Bulik

Bundaran Rusa, Kota Nanga Bulik, nongkrong, hang out, bersantai

BR dilihat dari udara saat sore hari

Sumber Gambar: thepicta.com

Setiap kota biasanya punya bundaran. Baik bundaran dalam ukuran kecil maupun besar. Bundaran menjadi pusat pertemuan beberapa ruas jalan di suatu kota. Selain itu, bundaran juga bisa dipakai oleh warga kota sebagai tempat berkumpul, bersantai atau nongkrong. Biasanya sih di alun-alun ya. Tapi untuk alun-alun kota Nanga Bulik masih dalam proses pembangunan.

Begitu pun bagi kota INDAH Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau – Kalteng. Ada beberapa bundaran di sini. Namun yang paling besar dan menarik adalah Bundaran Rusa.

Patung Rusa

BR dengan patung rusanya

Sumber Gambar: socimage.com

Desain konstruksi Bundaran Rusa ini dibangun oleh Pemda Lamandau seiring berkembangnya kabupaten ini. Dengan patung seekor hewan rusa yang berdiri kokoh di tengah-tengah bundaran ini, seolah menjadi ikon kota Nanga Bulik yang unik, dan memang, dimana tak jauh dari bundaran ini terdapat lahan penangkaran rusa yang juga kerap dikunjungi warga.

Tempat penangkaran rusa di kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau

Sejumlah pengunjung di area penangkaran rusa-Nanga Bulik

Sumber Gambar : kalteng.prokal.co

Bundaran Rusa yang sering disingkat BR ini pernah mendapat penghargaan setingkat adipura pada tahun 2014 dari Kementrian Lingkungan Hidup RI. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Lamandau.

BR, kini sering dijadikan tempat santai warga Nanga Bulik, khususnya pada sore hari. Sebenarnya bukan saja warga Nanga Bulik yang sering santai di sini. Orang luar juga. Buktinya aku sendiri. Aku bukan warga asli Nanga Bulik, tapi cukup sering mampir ke BR kalau kebetulan sedang ada keperluan di kota Nanga Bulik. Biasanya aku ke BR untuk sekedar bersantai, baik sendirian maupun bareng anakku, adikku atau teman-temanku.

Seperti pada sore tadi, aku kembali santai di BR bersama adikku, saudara sepupu, dan juga Mr. Kaze. Kami bertemu di sana pada sekitar pukul 15.00 Wib hingga 17.00 Wib. Tidak ada agenda khusus sebenarnya, murni hangout (sesekali gpp, kan? πŸ˜€). Jadi, obrolan kami pun ngalor ngidul, πŸ˜€… tapi kami senang menghabiskan waktu bersama. Sore hari memang suasananya indah dan sejuk, waktu yang tepat untuk bersantai di BR ini.

Maklum, di BR ini selain suasananya cukup indah untuk dinikmati, di sini juga, maksudku di seberangnya, tersedia taman bermain yang cukup asri, dan juga para PKL yang menggelar dagangan mereka, baik itu penjual pentol, penjual sate, penjual minuman, dan penjual-penjual makanan junk food lainnya. Jadi sembari bersantai kita bisa memesan makanan/minuman seperti yang aku sebut di atas.

Taman kota, Bundaran Rusa, Nanga Bulik, Lamandau

Tadi sore, di taman seberang BR (dari kiri: saudara sepupu, adikku, Desfortin, Mr. Kaze)

Pokoknya cukup asyik untuk bersantai di sini sampai menunggu malam tiba (kalau mau sampe malam). Dan pada malam hari, suasana di seputaran BR ini juga cukup indah, lampu-lampu kota yang menerangi sekitar BR makin membuatnya indah. Apalagi kalau pas ada event hiburan rakyat (dangdut atau apalah …), beuh… nyantai di BR makin lengkap dech ya, he he …

*Gimana dengan teman-teman? Dimana kalian biasanya bersantai?

Bundaran Rusa di malam hari

BR di malam hari

Sumber Gambar: pictame.com

Ok, mungkin itu aja cerita remeh-temeh hari ini. Terima kasih sudah membaca, dan semoga hari Anda menyenangkan.

Salam,

Desfortin

50 Comments »

    • Ya, mas. Ini tulisan kedua stlah hiatus.

      Sampah, itu hal yg msh jd mslh dsini, ksadran sbgian org2 msh rendah…

      Homey man, gitu ya mas? Anak rumahan biasanya emang suka nulis, ya kan? Hee…

      Suka

      • Selamat ngeblog lagi ya mas.

        Nah itu mas, sampah sering jadi pengganggu pemandangan di tempat umum. huft

        Tidak juga mas, saya lebih seneng menguraikan semuanya di kepala. Tapi giliran mau ditulis sering buyar duluan. Hhaaa

        Disukai oleh 1 orang

          • Akh masa mas, saya malah kadang gak pede ma tulisan sendiri soalnya masih berantakan penempatan katanya. Hhaa

            Saya malah seneng baca tulisan mas desfortin, mbak Vera, sama mas layang geni, yang punya latar belakang guru. Tulisannya terasa mengalir gitu. Hheeee

            Mari mas, tetap semangat.

            Disukai oleh 1 orang

  1. Keren!

    Di Banjarmasin, ada yang namamya, ‘siring’ atau pinggiran sungai barito. Nah, itu tempat nongkrong paling kece. Sukanya sih malam, karena pemandangan lampu lampu keren tiap sudutnya. Hahahahaha

    Disukai oleh 1 orang

    • Kmrin itu krn pas liburan, ya kami hangout aj d BR. Sbnrnya hangout nya rada gak jls sih, πŸ˜€

      Sy k Banjarmasin baru 2 kli sih, jd blm bnyak tahu spot2 mnarik dsna, termasuk “siring” yg Ayu maksudkan itu.

      Trmksh ya udah berkunjung ke blog ini, soalnya sy baru kmbli hiatus sih…

      Suka

  2. Ternayata mas e pak guru to. 😁
    Kotane indah banget mas jadi kepingin kesitu, cukan jauh. Kalau deket mah langsung gas kesitu hehe.
    Blog nya bagus mas, pakai template apa ini mas ?
    Paduan warnanya kok enak di mata. Bikin betah buat baca artikelnya.
    Ngomong2 dah lama ngeblog mas ?

    Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s