Selamat Ulang Tahun, Istriku

Tanggal 9 November 2017, tepat 3 hari yang lalu, putriku Ruth Amora baru saja berulang tahun. Aku bahagia sekaligus terharu karena tak bisa berada di dekatnya di hari ulang tahunnya itu. Namun, aku telah menghadiahkan kado khusus untuknya (ada dech), dan telah kukirim jauh-jauh dari kota CANTIK Palangka Raya ini. Ya, saat ini aku masih di sini.

Dan istimewanya lagi, hari ini, Senin, 13 November 2017, kembali giliran istriku yang berulang tahun. * Oh, my God. Anak dan istriku sama-sama berulang tahun di bulan ini. So, it seems to be the special month for me. Sayangnya aku tak ada secara fisik bersama mereka saat ini.

Dan aku juga tak bisa berbuat banyak. Apalagi dari kemarin aku sangat sibuk sekali mempersiapkan diri untuk ujian online atas proyek profesiku ini. Dan hari ini pula pelaksanaan ujiannya. *Wish me good luck!

Apa boleh buat, jadinya aku tak bisa mengirimkan kado apapun untuknya. Maafkan, istriku. Dan akhirnya, aku hanya bisa menuliskan kata-kata sederhana melalui blog ini.

Istriku, ….

Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan, dan menjadi lebih baik adalah sebuah keharusan.

Semoga kita dapat terus memperbaiki diri dan menjadi lebih baik. Di usiamu yang baru ini, maafkan, aku tak punya kado atau kata-kata indah apalagi puitis. Aku tak tahu merangkainya. Yang kutahu adalah, kau saat ini adalah istriku, wanita yang secara nyata menjadi penolong hidupku.

Semalam aku bermimpi. Serius. Mimpi itu membuatku terharu, karena aku belum bisa menjadi suami yang baik bagimu. Maafkan aku.

Tapi bagaimanapun kita, kita adalah dua insan yang dipersatukan dalam satu ikatan cinta, tak peduli betapa pun jalan dan kisah cinta yang kita lalui itu.

Saat ini, usia terus bertambah, waktu terus berjalan maju, ia menjadi penguji terkejam yang tak mampu kita halau. Kita mustahil memutar waktu yang telah lalu.

Kita juga mungkin tak pandai saling memikat. Kita sama-sama tak romantis. Kita juga mungkin bukan pasangan terbaik di dunia. Tapi aku tahu, kita punya hari ini dan hari esok yang penuh harapan. Itu jelas. Dan tetap saling mencintai adalah dasar untuk terus menatap hari esok yang penuh harapan itu.

Dan cinta, bagiku, bisa juga berarti: “Memilih untuk tidak membenci sekalipun ada kalanya tidak suka”. Kelemahan-kelemahan yang ada itu pasti, tapi itu tak membuat kita menjadi surut untuk tetap mencinta dan saling menopang. Itu harapku.

Semoga engkau menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa. Tetaplah menyayangiku dan mencintaiku dengan cinta yang tulus, cinta yang didasari oleh kasih akan Tuhan, cinta yang tak lekang oleh waktu dan tak pudar oleh cobaan.

Selamat ulang tahun istriku. I love you.

Palangka Raya, 13-11-2017

Your husband,

Desfortin

Kategori: Lain - Lain

Tagged as: ,

49 Comments »

  1. Wah HDB buat Istri & Anakmu mas, langka ya ulang tahun Ibu & Anak di bulan yang sama, apalagi jika Mas Desfor lahir di bulan ini juga bisa Hat-trick … Hehe

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s