Bloger Galau

Bloger galau, bingung mau nulis apa

Sumber Gambar: senoners.my.id

Sudah lebih dari 1 minggu aku tidak meng-update blogku ini. Itu berati aku telah melanggar komitmenku sendiri untuk mempublikasikan konten secara berkala: one week one post. Satu minggu satu tulisan. Dan aku secara sadar melakukannya. Apa boleh buat, aku tak berdaya.

Beberapa alasan yang menyebabkannya diantaranya adalah:

Pertama, koneksi internet yang payah di desa tempat tinggalku (desa Kinipan) belakangan ini. Maklum, hanya mengandalkan wi-fi gratis. Jadi tidak bisa berharap banyak. Syukurlah, dua hari ini aku berada di kota INDAH, Nanga Bulik, dan bisa menikmati kelimpahan sinyalnya.

Kedua, karena ada ‘masalah’ tertentu di dunia nyata yang sangat menguras pikiran dan perasaanku. It has made me shocked so much.

Dua hal itu nampaknya sebagai pemicu utamanya sehingga hasrat menulisku pun seolah sirna dan rasa malas ngeblog mulai menggerogoti diri. Aku seolah kehabisan ide, dan skill menulisku sepertinya juga hilang. Bahkan aku merasa postingan kali ini adalah postingan terburuk yang pernah kutulis sepanjang sejarah ngeblog-ku.

Aku tahu bahwa tugas penulis adalah menulis, sekalipun mood-nya sedang buruk. Aku pun tahu bagaimana jalan sang penulis itu, bukan jalan yang selalu rata yang melenakan. Aku tahu itu. Tapi saat ini aku benar-benar kacau.

Sepertinya aku sedang galau. Mungkin perlu istirahat ngeblog dulu untuk sekian waktu (hiatus) hingga aku bisa move on dari perasaanku ini.

Namun di sisi lain, ada semacam dorongan perasaan bahwa aku harus tetap rutin menulis, memberi nutrisi untuk blogku ini dan memikirkan pembaca. Apalagi kalau kulihat jumlah pengunjung blogku masih stabil, bahkan cenderung meningkat dari hari ke hari. Tentu jika ingin sukses aku tak boleh egois.

Karena itu, mumpung saat ini masih berada di kota Nanga Bulik, dengan memaksa diri untuk memaksa diri sembari bergumul melawan rasa ini, aku putuskan saja untuk membuka laptopku dan mulai menuliskan ide ini. Ide yang keluar begitu saja dan membingungkan.

Entahlah. Aku tak tahu apa yang terbaik yang mesti aku putuskan. Saat inipun aku merasa bingung mau menulis apa. Aku hanya menuliskan apa saja yang mau kutuliskan saat ini. Tanpa perlu banyak memikirkan pembaca. Sebab bila terus hanya memikirkan pembaca maka aku bisa tersiksa, dan akhirnya tak ada tulisan yang dihasilkan.

Sebaliknya, bila aku hanya menulis dan menulis, aku takut makin menambah sampah di jagat maya. Dan tentu saja pembaca pun akan kecewa. Huh…. Aku benar-benar bergumul, ditekan dari segala lini.

Betul kalau ada yang bilang bahwa menikmati dan mencintai aktivitas menulis itu penting sekali kalau ingin jadi penulis. Dengan menikmati dan mencintainya maka akan lebih mudah dan menyenangkan. Aku setuju itu.

Hanya saja, sebenarnya aku juga ingin bebas, enggan dibelenggu oleh apapun, termasuk oleh teori-teori menulis. Aku hanya ingin menulis dan menuangkan ide-ideku saja secara bebas. Itu saja mauku sekarang ini.

Selain itu, akupun ingin bahagia, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Bahagia bagiku adalah ketika aku melakukan sesuatu tidak dengan terpaksa.

Bagaimana menurut kalian?

Kategori: Menulis

Tagged as: , ,

66 Comments »

  1. Benar mas Desfortin. Menulis ya menulis saja. Seperti waktu Spongebob ingin mengumpulkan esaynya. Dia bingung mau nulis apa. Akhirnya dia menulis The dan itu membutuhkan waktu yang lama, Hingga akhirnya, tinggal kurang beberapa jam dia malah lancar menulis. Dia menulis apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan saat lampu merah. Wkwkwk.

    Disukai oleh 2 orang

  2. Santai saja mas desfortin. Klo memang ada urusan yang lebih penting dan kondisi tidak memungkinkan, mending jangan dipaksakan.

    Saya sendiri udavh 5 kali bolos ketika one day one post dan merasa baik-baik saja.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Banyak sekali hal.yang ingin kutulis. Tapi semua selalu berputar pada Pak Tentara. Jadi, aku tak pernah ingin mencoba menulis hal berat atau cerdas seperti yang lainnya. Karena bahagiaku adalah ketika menuliskan pak tentara.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Aku juga lagi usaha satu hari, satu post mas rud, dan ada kalanya males nulis, atau ada hal lain, cuma aku mensiasatinya dengan.. klo lagi mood dan sempet nulis, tulis yg cukup bnyak ntar di draft, klo gk smpeet bisa d kluarin cadangannya satu-satu.. itu sih klo aku πŸ˜ƒ

    Disukai oleh 1 orang

  5. Saya juga udah nggak posting per 3 hari lagi, hehehe

    Sebenarnya saya punya banyak ide, tp sy merasa makin lama tulisan saya makin jelek. Makanya saya stop dulu, waktu buat nulis sy pake buat baca buku & artikel, biar ntar klo nulis lagi hasilnya bisa lebih bagus.

    Disukai oleh 1 orang

    • Gitu ya mas. Tp nurutku klau mas Firman yg nulis, selalu bagus kok. Beda dg sya yg kadang acak adut, πŸ˜‚πŸ˜‚

      Ya mas, bnyak bca itu bagus bnget. Tp klau sy, krn lg galau, baca bukupun lg gak mood.

      Oya, gmn sih mas, sy mau komen di blog Anda skrg gak seleluasa dlu lg, self hosting sih..

      Suka

      • Hehe, mungkin krn mas udah kenal sy jd kesannya tulisan sy selalu bagus.

        Intinya klo mau komen di blog saya harus lewat browser, ga bisa lewat wordpress reader.

        Emang ribet sih, soalnya kadang jg masih harus masukin nama, email, sm alamat situs.

        Disukai oleh 1 orang

  6. Baca ini jadi inget ada banyak draft di wp yang belum selesai. Dan ketika ada semangat seperti sekarang malah listriknya mati. 😒

    Tp masalah koneksi internet memang ga bsa di tawar sih Mas Des. Hehe. Saya kalau pulang ke desa juga megap-megap sinyalnya.

    Disukai oleh 1 orang

      • Kalau saya ga pernah memikirkan hal2 apapun ketika menulis sih Mas Des. Kalau mau ngeblog ya ngeblog saja. Karena blog saya memang gado2, yg isinya curhat dll. Hehe.
        Tp ada kalanya ketika ada masalah di dunia nyata sulit untuk menulis. Ini pernah juga ngalami.

        Semoga lekas move on. Dan bersemangat untuk menulis lagi.

        Disukai oleh 1 orang

  7. kadang real life memang tidak memberi kesempatan buat kita menikmati hal-hal yang kita inginkan. Jadi tidak usah terlalu kalut, Pak. Ada waktunya nanti membara, ya lanjut menulis lagi. Kita pria bebas, tidak perlu mengikatkan diri pada komitmen yang tidak terlalu krusial πŸ˜‰

    Disukai oleh 1 orang

  8. Ternyata rasa galau juga bisa menyelimuti para penulis ya pak,, 😁

    Tetap semngt pak untuk menulis, walau galau seperti apa pun tulis lh apa yg membuat bpk galau, walau bpk sebahagia apa pun tulislah seberapa bahagianya bpk, karna d situ lh menarik nya seorng penulis, gk perlu d paksa, apa bila gk mood tulis lh apa yg membuat bpk tidak mood, saya suka baca blog tentang pengalaman, perasaan, atau pun keluh kesah orang pak, karna dr st saya bsa memilih mna yg baik untuk d contoh, mna yg tidak, d banding baca blog yg isi nya hanya tulisan panjang tak bermakna,,

    Disukai oleh 1 orang

      • Sama2 pak,,
        Jadikan alasan itu untuk bisa bpk menulis lebih bgz lg pak, bpk bisa menulis kenangan bersama beliau, pengalaman yg tak pernah bpk lupakan bersama beliau, berbagi pengalaman dan kenangan keorng lain(pembaca blog) gk ada salah nya kan pak, untuk menghilangkan kegalauan bpk, dgn menulis tentang beliau tentang keramahan beliau, atau apa pun tentang beliau pasti bangga dan mengagumi beliau, kami yg baru kenal beliau selama 2bln, kami merasa nyaman dgn keramahan beliau, kebaikan beliau pak, kami merasa punya kakek d sna,, jd bpk bsa berbagi bnyk hal tentang beliau pak,,

        Disukai oleh 1 orang

  9. Ini menarik. Saya kira memang menjaga konsisten untuk terus mempublikasikan post adalah tantangan tersendiri, dan kadang rintangan di kehidupan menjadi faktor yang tidak dapat dianggap mudah untuk melanjutkan konsistensi.

    Walau demikian, tetap saja menulis adalah soal menuliskannya. Ide akan selalu ada, maka tulis dan tulis.

    Saya susah sekali menyelesaikan tulisan, bisa mentok dan tidak lagi berlanjut, tapi tak apa tetap coba lagi dan lagi.

    Disukai oleh 1 orang

  10. Kondisi yang tidak jauh berbeda dengan Ayu. Saat ini lebih memilih blogwalking sambil update beberapa informasi supaya tidak ketingglan kereta. Banyak pekerjaan d dunia nyata yang membutuhkan banyak perhatian sehingga menulis d blog sudah tidak menarik lagi. Tidak berniaat untuk berhenti, hanya memang sedang membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan urusan urgent yang melelahkan.
    Semoga Kak Desfortin tidak berhenti untuk menulis.

    Disukai oleh 1 orang

  11. menurutku ga harus selalu posting tulisan yang berat2, dan serius, namanya juga blog pribadi tentu ada dimana saat si penuli sedang sedih, galau dll jadi sesekali atau dua kali wajar sih. nanti kalau kelamaan prei malah jadi males ngeblog bneran wkwkwk

    Disukai oleh 1 orang

    • Ya, mas. Yg remeh temeh jg gpp sbnrnya. Aku hanya sedikit menyesal sja krn komitmenku one week one post itu aku langgar. Sbnrnya, gak mesti bgtu juga sih, harusnya aku tak perlu bertarget utk berkomitmen trgdp sesuatu yg tdk terlalu krusial sprti ngeblog.

      Yg ingin kusampekan di atas, bahwa ada peristiwa lain yg mengganggu mood-ku menulis, yakni IRL problem yg bikin baper…

      Utk slnjutnya, mungkin aku akan menulis postingan yg singkat2 sja.

      Mksh mas Hendi.

      Suka

  12. Saya juga pernah seperti ini, mas..😁 .. “hilang-hilang ingatan”.. jiajajajaa.. pernah lupa bhwa sy punya blog yg harus sll eksis. Saat ingat,dan ingin kmbali menulis sudah malas bahkan gak tau apa yg harus ditulis.
    Setelah dpt penyelesaian, rajin lagi nulisx.. tapi mungkin dasar penyakit ya ,”hilang-hilang ingatan” ini justru sangat sering terjadi sama saya. dan tentunya berdampak negatif pada kemajuan blog..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s