Mampir ke Rumah Makan Lesehan Mahda – Nanga Bulik

Pondok makan di Rm. Mahda

Hari ini aku kembali berada di kota INDAH, Nanga Bulik, setelah meluncur dari desa Kinipan pukul 5.50 Wib tadi pagi. Misi utamanya sih bukan ke Nanga Bulik, tapi ke kota MANIS, Pangkalan Bun.

Ya, besok aku ada agenda khusus di kota Pangkalan Bun-Kotawaringin Barat (Kalteng). Tapi sebelum menuju Pangkalan Bun, aku mampir dulu di kota Nanga Bulik. Nanga Bulik adalah ibukota Kabupaten Lamandau, Kabupaten ke-13 di Kalimantan Tengah. Kabupaten tempat aku lahir dan dibesarkan hingga berdikari seperti sekarang ini.

Mengingat ada beberapa hal yang harus aku kerjakan dan persiapkan di kota Nanga Bulik sebelum meluncur ke kota MANIS esok hari, maka malam ini aku harus bermalam dulu di Nanga Bulik, tepatnya di rumah yang ditinggali oleh kedua adikku, Dicky dan Tiara, yang bersekolah di kota ini.

Terkait judul di atas, maka pada postingan kali ini aku mau berbagi secara singkat tentang sebuah warung/rumah makan yang sempat kukunjungi hari ini. Ya, semacam review singkat gitu dech.


Beberapa hari lalu, kedua adikku itu pernah cerita tentang sebuah tempat kuliner/rumah makan di kota Nanga Bulik ini. Menurut mereka, tempatnya lumayan bagus, tenang, dan bersih. Aku cukup penasaran mendengarnya. Namun, karena beberapa hari lalu itu aku super sibuk dengan tugas Prakondisi PLPG 2017 ku, jadi belum sempat untuk mampir langsung ke tempat sajian kuliner tersebut.

Tapi syukurlah, baru tadi siang akhirnya kesampaian juga. And it was my first time to go there. Momennya pas banget, aku yang lagi laper, dan kedua adikku itu yang baru saja pulang dari sekolah. Mereka pun belum makan siang. Jadi kubawa saja mereka untuk makan siang di sana hari ini.

Singkat cerita, kami pun berangkat menuju ke rumah makan ini. Nama rumah makannya adalah Rm. (Rumah makan) Mahda. Terletak di jalan Batu Batanggui-Nanga Bulik. Tapi kita harus masuk gang dulu sebelum tiba di Rumah Makan ini.

Gang masuk ke Rm. Mahda/ke area Sirkuit Padang Akasia

RM ini ternyata masuk dalam wilayah Sirkuit Balapan Motor yang dikenal baik oleh warga Nanga Bulik dengan nama Sirkuit Padang Akasia, sebuah sirkuit yang secara berkala mengadakan turnamen grass track. Posisinya tidak jauh dari lokasi balapan itu.

Setelah masuk sekitar 100 meter pada gang tersebut, sampailah kami di Rm. Mahda ini.

Pintu masuk area Rumah makan Lesehan Mahda

Pintu masuk Rm. Mahda

Rumah makan Mahda

Pusat layanan Rm. Mahda

Kami masuk di bagian sentra layanan, dan menanyakan menu yang tersedia di RM ini. Saat itu seorang ibu yang melayani kami. Ada banyak pilihan menu, sayangnya tidak tertulis, sehingga harus tanya lisan atau melihat-lihat langsung. Lalu, kami pun memesan ikan somah bakar, ayam bakar, sayur asem, es teh dan es susu. Setelah memesan semuanya kami langsung menuju pondok yang tersedia.

Sembari menunggu pesanan kami datang, kami sempatkan untuk melihat-lihat sekitar sambil berfoto ria. View-nya cukup menawan, berada di atas air gitu. Ada pondok-pondok kecil (gazebo) berukuran kira-kira 4 x 4 meter di mana pengunjung bisa makan lesehan di sana.

Kami memilih pondok paling kiri dalam foto itu

Ada juga versi yang ini, tapi nampaknya jarang digunakan (dipilih)

Setelah menunggu hampir 10 menit, maka datanglah pesanan kami.

Kini saatnya makan *Eitts, tak lupa berdoa terlebih dahulu.

Menurutku, RM ini tempatnya sederhana, tapi lumayan menarik, makanannya juga enak. Ada kran tempat cuci tangan beserta sabunnya. Sajian kulinernya mirip seperti Rumah Makan Kampung Lauk di Palangkaraya. Hanya saja bedanya, ikannya tidak langsung diambil dari kolam (so, it’s not a fresh fish). Selain itu, lesehannya benar-benar lesehan: total melantai. Lalu, pada pondok-pondok itu (gazebo) tersedia juga terminal colokan arus listrik. Jadi, kalau kebetulan gawai (gadget) pengunjung lagi lowbat, bisa numpang mengisi daya sementara di sana. Lumayan, kan?

Kemudian, seandainya pihak pengelola juga menyediakan hal-hal berikut ini di sekitar pondok tersebut: tempat sampah, asbak, dan juga jaringan wi-fi (tentu hanya untuk pengunjung yang memesan kuliner), pasti itu akan menjadi nilai plus banget buat tempat ini. Dan untuk yang wi-fi, waktu kutanya tentang itu, pihak pengelola menyatakan bahwa beberapa bulan ke depan memang akan dipasang wi-fi. That’s good, pikirku.

Dan, selain bisa memesan kuliner, di sini juga ada kolam pemancingan. Bagi yang suka mancing, tentu tempat ini cocok banget. Tinggal hubungi pihak penyedia bila ingin memancing, maka kitapun bisa memancing di sana. Aku, karena bukan itu fokusku saat itu, jadi akupun tidak ikutan mancing. Mungkin lain kali bisa dicoba.

Menurutku, area Rm. Mahda ini berpotensi untuk lebih dikembangkan lagi. Lahannya cukup luas. Masih banyak lokasinya yang belum maksimal terkelola (mungkin faktor dana juga) dan gazebo-gazebo lesehannya itu bisa ditambah lagi.

Begitupun dengan kolam pemancingannya, perlu ditata lebih menarik lagi. Aku yakin, jika strategi marketing-nya tepat, maka tidak menutup kemungkinan bisnis kuliner dan kolam pemancingan ini dapat berkembang dengan baik di waktu yang akan datang.

Well, setelah hampir satu jam lebih berada disana, **padahal waktu makannya paling cuma 10 menit, lebih banyak santainya di sana, hee…, dan kemudian membayar harga makanan/minuman kami itu, kami pun kembali pulang dengan perasaan senang, dan kenyang tentunya. Semoga kapan-kapan bisa ke sini lagi.

Nah, bagi kalian yang mau ke kota Nanga Bulik, atau belum pernah ke tempat ini sebelumnya, dan kalian masih bingung cari tempat makan yang lumayan bagus dengan harga standar, dan di siang hari tentunya, mungkin Rm. Mahda ini bisa menjadi pilihan.

Sekian saja postingan kali ini. Semoga bermanfaat.

Salam Cerdas,

Desfortin

53 Comments »

  1. Ini ada sayur asemnya juga. Soalnya jarang sekali ada rumah makan yg menyediakan masakan2 tradisional seperti sayur asem, lodeh, sayur kunci dan sebagiannya. Klo para koki profesional ikutan memasak masakan tradisional, nanti pamornya bisa naik makanan khas daerah2 pedesaan tersebut. πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

  2. Wah …terlambat banget tulisan ini kulihat. Jadi maaf baru koment.
    btw, sangat menarik reviewnya dg foto2nya yg lengkap mas. Menarik pula Rm Makan itu terutama tempatnya. Sayang jauh ya….dr tempat saya.
    Tp tak ada yg tahu, mungkin sj suatu saat tubuhku melenting sampai di kalteng, bisa sj datang ke tmpt itu he he

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s