Lanjut ke konten

Cerbung : Masih Menunggumu (1)

Cerbung Desfortin (Desfortin Menulis, 17 Maret 2019) Saat istirahat makan siang itu, aku duduk di sebuah bangku taman yang teduh karena di dekatnya terdapat sebuah pohon yang rindang. Aku membuka laptopku, menuju ke sebuah situs web blog milikku, lalu aku mulai menulis. Menulis tentang isi hatiku, keresahanku dan apapun itu. Semuanya ada di blog ini. Tak lama datanglah Rifan mendekatiku, […]

Read More →

Cara Saya Menulis Setiap Hari

Saya percaya, Anda dan saya setuju bahwa untuk mampu menulis kita harus belajar menulis, banyak membaca, latihan yang tekun dan konsisten. Tidak ada jalan pintas untuk bisa menulis, semua perlu perjuangan. Ada harga yang harus dibayar, dan hanya mereka yang sabar yang akan tetap bertahan. Dan bagi saya, menulis adalah berpikir. Karenanya, belajar menulis adalah belajar berpikir. Menulis dan berpikir […]

Read More →

Cerpen : Misteri Kematian Beruntun

Cerpen Cen-Cen (Desfortin Menulis, 03 Maret 2019) Hari masih siang sekitar pukul 12.00. Aku dan Edi sedang mengaso di depan rumah ku ketika Reo dan Sadan tiba-tiba berhenti di depan kami. “Ada mayat bang, ayo kita lihat.” “Di mana?” “Di belakang sekolah..” Aku melompat ke motor ku. Edi menyusul. Kami segera tancap gas. Di sana masih sepi. Hanya ada beberapa orang. Sosok mayat menyambut kehadiran kami. Mayat laki-laki berusia 20an, berpostur sedang dan tampak basah. “Mayatnya baru, boy..” Edi berbisik pada ku. “Maksudnya?” “Meninggalnya baru. Kurang dari 24 jam,” katanya. Edi memang pernah bekerja sebagai sopir ambulan. Beberapa saat polisi tiba dan membawa mayat ke puskesmas untuk diotopsi. Satu orang polisi menanyai kami. “Siapa yang pertama kali melihat mayat almarhum?” Dua orang tampak tunjuk tangan. Mereka tampak ketakutan. Kami maklum, menemukan mayat bukan sesuatu yang menggembirakan. “Mas berdua ikut saya ke kantor ya..” Keduanya mengangguk lesu. Kami berempat segera menyingkir. Dari yang kudengar, dua saksi tadi memang teman dari almarhum. Mereka bertiga adalah perantau yang mencoba mengais rezeki di kampung kami dan menumpang di rumah pak kades. Naas. ………. Penemuan mayat itu masih menjadi misteri di kampung kami. Polisi belum menemukan titik terang. Sementara itu mayat telah diberikan kepada keluarga almarhum yang rupanya berasal dari kampung lain. Muncul masalah baru. Kecuali urusan penting, warga kampung tidak diperbolehkan keluar dari wilayah kampung tanpa seizin polisi. Kami ingin protes tapi memahami maksudnya. Polisi ingin membatasi gerak pelaku yang barangkali ada di antara […]

Read More →

Cerpen : Impian Luna

Cerpen Aris Nohara (Desfortin Menulis, 17 Februari 2019) Namanya Luna, jika kau tanya apa mimpinya, maka ia pasti akan menjawab agar tidak pernah bisa melihat. Bukan melihat dunia seperti yang sesiapa lakukan, melainkan takdir. Dia adalah gadis yang diilhami kemampuan itu, atau mungkin penderitaan sebutannya. A girl who sees fate. Dia adalah gadis yang melihat takdir. Tergopoh-gopoh Luna berlari menuju […]

Read More →

Pilih Mana, Blog Niche atau Gado-Gado?

Bloger atau narablog menjadi salah satu profesi yang cukup digemari di era milenial. Banyak orang yang memutuskan untuk terjun dalam dunia blogging. Kegiatan ini bukan hanya hobi semata tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan. Caranya yaitu dengan monetisasi blog. Tidak semua bloger bisa menghasilkan uang dari blognya, memang. Tetapi sebelum memutuskan untuk menjadi bloger, seseorang harus menentukan tema blognya terlebih […]

Read More →

Cerpen : Surat Perintah

Cerpen Cen-Cen (Desfortin Menulis, 03 Februari 2019) Matahari mendesak di atas kepala, kalau tidak terpaksa barangkali kunjungan ini akan kutunda. Petak-petak sawah yang kering kerontang memantulkan cahaya matahari yang silaunya mampu membuat mata rabun sejenak. Huh. Aku melirik jam tangan, sudah pukul 2. Peluh ku melepuh. Aku berlari kecil menuju sebuah rumah yang tampak reot, sengaja mobil ku kuparkir cukup jauh berlindung pada sebuah trambesi yang rindang. Sekali lagi aku menyaksikan sawah-sawah yang kerontang namun penuh kenangan masa kecil. Musim kemarau selalu menjadi keceriaan bagi kami anak-anak pada masa itu, permainan layang-layang, mencari keong, dan berburu burung yang sedang bersarang. Kegundahan orang tua yang kekurangan air untuk sawahnya bukan menjadi alasan bagi kami untuk bersedih. Aku tiba di depan rumah yang lebih pantas disebut gubuk. Berlantai tanah, dindingnya dari anyaman bambu yang tampak berlobang di sana-sini dengan atap rumbia yang tampak ikut bermuram durja di musim kemarau yang mengancam. Ayam-ayam yang tidak terurus berebutan keluar masuk dalam rumah melewati lubang-lubang dinding. Duh gusti. 10 tahun tidak kemari, tidak ada yang berubah menjadi lebih baik. Dengan gugup aku mengetuk. Tok..tok..tok.. Tidak ada jawaban meskipun bisa kudengar dengan jelas suara tangisan kanak-kanak yang sepertinya sedang berebut minta makan. Tok..tok..tok.. Tok..tok..tok.. Tangisan itu berhenti. Suara langkah mendekat dan perlahan pintu yang terbuat dari anyaman bambu itu terbuka. Tuan rumah tersenyum melihat ku. Sebaliknya aku terlalu gugup untuk pertemuan ini. Ia menjabat tangan ku erat. Senyumnya tipis tulus masih sama seperti pertemuan kami terakhir […]

Read More →

Kacamata Marisa

Menuliskan apa yang ingin saya bagikan.

It's not a destination, It's a Journey

A dreamer who love reading & traveling

Epiphyllum Anguliger

Indahnya Berbagi Ilmu

cerita kita

curhatan hati

Mydaypack

Let's travel the world with your daypack

Rogojiwo

Curahan hati

Mozaic Kata

You are what you read

Lirik lagu dan lainnya

Selalu Berkarya jaya di udara

KotakDiksi

Menjadi Tempat Ternyaman Untuk Mu Berbagi Cerita

All about Japan and My novel

Situs ini menjelaskan tentang all about japan (termasuk anime) dan novelku yang sedang on going

Desfortin Menulis

Berbagi dan Menginspirasi Dunia Melalui Tulisan

Note | Momunik Notes

Diorama Karsa : Ketika Rasa Berbaju Kata

KOMUNITAS BLOGGER TUBAN

Tuban Bumi Wali Blogger Tuban Punya Nyali "Berkarya dan Mengabdi pada Negeri"

Cahaya dan Restu yang Menghidupkan

Saya tidak peduli tulisan ini dibaca oleh siapa saja, yang penting adalah saya bisa mengekspresikan apa cerita saya dengan bahasa dan kosakata yang ada.

www.taufaneprast.com

jadilah manfaat, jadilah kebaikan

Kelly Becca

Finding Jesus & Joy For The Journey